Regenerasi Jangan Salah Kaprah

Di dalam sebuah organisasi / perusahaan pasti ada perubahan generasi, karena yang tua tak selamanya bisa ada. Tetapi perubahan tersebut bisa menjadi kacau jika kita tidak paham arti regenerasi yang sebenarnya.

REGENERASI YANG SALAH

Kesalahan melakukan regenerasi adalah ketika sebuah organisasi melakukan perubahan asal-asalan, yaitu mengganti orang lama tanpa menyiapkan junior dengan baik untuk menggantikan senior. Junior masuk untuk menggantikan senior tanpa ada serah terima pekerjaan, tanpa pendidikan dari sang senior dan memilih orang sembarangan tanpa melihat kemampuan.

Memilih orang berdasarkan kedekatan itu bisa saja, kalo memang orang itu memenuhi persyaratan, diantaranya : mampu dan mempunyai attitude yang baik.

Pemikiran “setiap orang bisa mengerjakan apa saja” itu adalah pemikiran yang salah besar.. Mengingat setiap orang mempunyi kempampuan, latar belakang dan attitude yang berbeda.

Cara salah ini bisa menghambat kelancaran jalannya organisasi / perusahaan karena semua akan dimulai dari nol. sehingga, tidak ada kematang, yang ada hanyalah kekacauan.

REGENERASI YANG SEHARUSNYA

Seharusnya, regenerasi dilakukan bertahap, yaitu persiapkan para calon pengganti, ajarkan para junior untuk memahami dasar pekerjaan yang sedang berjalan. Dan untuk mengetahui kendala yang bisa menghambat jalannya organisasi / perusahaan.

Dengan cara bertahap, penuh persiapan, dan selektif, maka organisai akan bejalan tanpa menghabiskan waktu untuk belajar dari nol. Dan Kematangan organisasi akan berlanjut dan semakin matang.

Dan yang paling penting adalah, lakukan regenerasi tanpa menyakiti.

Demikian lah teori yang seharusnya, kita bisa menerapkan ini jika kita ada di posisi tertinggi di sebuah organisasi. Jika posisi kita di bawah, maka tidak banyak yang bisa kita lakukan walaupun kita paham bagaimana yang seharusnya dilakukan.

Advertisements