Tidak Semua Orang Bisa Menjadi Siapa Saja

Ada orang-orang tertentu yang mempunya prinsip bahwa, siapa saja bisa melakukan suatu pekerjaan apapun itu. Sehingga sembarangan dalam menempatkan orang.

Padahal tidak semua manusia memiliki keahlian, kesukaan, pengalaman dan kecocokan yang sama dalam melakukan suatu pekerjaan. Perlu dipelajari orang tersebut apakah tertarik dengan apa yang dikerjakannya, apakah sanggup atau tidak nya, apakah akan menjadi kacau atau menjadi baik. Semua itu bisa dinilai melalui waawancara dan test.

Tapi sayang nya wawancara dan test hanya dianggap formalitas.. Sehingga kualitas pekerjaan yag diharapkan sulit tercapai. Mungkin saja tercapai tetapi memakan waktu yang cukup lama. tidak cocok untuk diajak berjuang atau merintis suatu usaha.

Misalnya tukang bubur kita rekrut sebagai tukang bangunan, jika tidak kita wawancara sebelum nya, kita tidak akan tahu, apakah dia bekerja dengan semangat atau terpaksa. Jika terpaksa, maka usaha kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan dari pekerjaan orang itu.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, diantaranya :

  • Rajin hadir tapi malas bekerja
  • Pintar tapi tidak rajin hadir
  • Pintar, rajin hadir, tapi korupsi
  • Pintar, rajin hadir banyak bicara tapi susah bekerja
  • Tidak pintar, rajin hadir banyak bicara tapi susah bekerja
  • Ada juga yang baru ingin, ingin pintar, ingin rajin, dan ingin bekerja

Dan masih banyak type orang di dunia ini.. tidak ada yang sempurna, tapi alangkah baiknya diminimalisir kekurangan tersebut ketika bekerja sama dengan orang lain dengan cara tidak sembarang menempatkan orang. pilih-pilih yang agak mending.

Regenerasi Jangan Salah Kaprah

Di dalam sebuah organisasi / perusahaan pasti ada perubahan generasi, karena yang tua tak selamanya bisa ada. Tetapi perubahan tersebut bisa menjadi kacau jika kita tidak paham arti regenerasi yang sebenarnya.

REGENERASI YANG SALAH

Kesalahan melakukan regenerasi adalah ketika sebuah organisasi melakukan perubahan asal-asalan, yaitu mengganti orang lama tanpa menyiapkan junior dengan baik untuk menggantikan senior. Junior masuk untuk menggantikan senior tanpa ada serah terima pekerjaan, tanpa pendidikan dari sang senior dan memilih orang sembarangan tanpa melihat kemampuan.

Memilih orang berdasarkan kedekatan itu bisa saja, kalo memang orang itu memenuhi persyaratan, diantaranya : mampu dan mempunyai attitude yang baik.

Pemikiran “setiap orang bisa mengerjakan apa saja” itu adalah pemikiran yang salah besar.. Mengingat setiap orang mempunyi kempampuan, latar belakang dan attitude yang berbeda.

Cara salah ini bisa menghambat kelancaran jalannya organisasi / perusahaan karena semua akan dimulai dari nol. sehingga, tidak ada kematang, yang ada hanyalah kekacauan.

REGENERASI YANG SEHARUSNYA

Seharusnya, regenerasi dilakukan bertahap, yaitu persiapkan para calon pengganti, ajarkan para junior untuk memahami dasar pekerjaan yang sedang berjalan. Dan untuk mengetahui kendala yang bisa menghambat jalannya organisasi / perusahaan.

Dengan cara bertahap, penuh persiapan, dan selektif, maka organisai akan bejalan tanpa menghabiskan waktu untuk belajar dari nol. Dan Kematangan organisasi akan berlanjut dan semakin matang.

Dan yang paling penting adalah, lakukan regenerasi tanpa menyakiti.

Demikian lah teori yang seharusnya, kita bisa menerapkan ini jika kita ada di posisi tertinggi di sebuah organisasi. Jika posisi kita di bawah, maka tidak banyak yang bisa kita lakukan walaupun kita paham bagaimana yang seharusnya dilakukan.

Ada Yang Bilang Katanya Bumi Datar

Akhir-akhir ini, banyak sekali di media sosial terlihat status atau share tentang bentuk bumi datar (flat earth)…

Haha.. Begini ya

Bumi datar, atau bulat, emang kenapa ?

Itu tugas nya NASA, mereka dibiayai untuk melakukan riset yang seputar bumi, planet, dan tentang angkasa lainnya. Sedangkan kita apa ?

Sungguh buang-buang waktu mempelajari yang begitu.. Kita kan manusia biasa, kita bukan saingan nya NASA.

Lagian kasian ke anak kecil.. mau disuruh percaya ke bumi datar ? padahal di dalam buku pelajaran bulat ?

Anda senang anak anda kebingungan ??

Enggak kan ?

hadeuh…


 

Terlalu Mengikuti Kemajuan Teknologi Bisa Membuat Lelah

Teknologi bisa membuat sesuatu menjadi lebih mudah. Diantaranya adalah komputer, bisa memudahkan kita dalam menyelesaikan pekerjaan seperti mengolah data, mengetik, mendesign dan masih banyak manfaat lain nya. Begitu juga dengan smartphone, kita jadi lebih mudah berkomunikasi dengan berbagai cara melalui smartphone.

Tetapi teknologi tersebut berkembang dengan terlalu cepat, sehingga kita harus selalu mengikuti perkembangan yang ada. Misal nya Operating System dan bahasa pemrograman.

Perkembangan nya cukup pesat, apa yang kita pelajari akan tergantikan oleh teknologi baru, sehingga kita harus mempelajarinya sesuai teknologi yang kita pakai, terus dan terus mempelajari entah sampai kapan. Dan itu membuat lelah..

Selain komputer, smartphone pun sangat cepat kemajuan nya. sehingga kita harus mengikuti kemajuan tersebut sesuai dengan kebutuhan, walaupun kita sudah lelah ngeluarin uang dari dompet.. hehehe.

Jadi pintar-pintar lah memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan, tidak perlu mengikuti kemajuan jika kita belum terlalu membutuhkan nya..

Tapi bukan berarti kita harus gaptek ya… ikuti sesuai kemampuan saja

 

 

Perbedaan Antara Sekolah dengan Bekerja

Ketika kita masih sekolah tentu kita mempunyai cita-cita. Dan cit-cita itu pasti sangat tinggi dan dimasa kecil, cita-cita kita masih tidak tentu, kadang kita ingin menjadi Dokter, Presiden, Pilot dan kadang ingin jadi Superman, Batman, dll.

haha.. iyah kan.. :p

Semua cita-cita itu bisa tercapai asal mau belajar dan focus pada tujuan walaupun disaat menjelang dewasa, kita mulai gagal focus.. ga focus lagi ke cita-cita masa kecil karena kita sesuaikan dengan situasi.

Misalnya yang kecilnya ingin jadi dokter, setelah dewasa berubah menjadi cita-cita lain, karena merasa takut menjadi dokter, atau mungkin biaya sekolah nya tidak memungkinkan.. atau apapun lah..

Apapun pekerjaan anda sekarang, jalani saja wapaupun tidak sesuai dengan cita-cita masa kecil. yang penting kita bisa beradaptasi dengan situasi pekerjaan kita.

Adaptasi apanya ?

Ya adaptasi dengan jenis pekerjaan yang kita kerjakan, dan adaptasi masalah sosial, kebiasaan dan peraturan di sekitar pekerjaan.

Saat masih sekolah kita akan berfikir bahwa bekerja itu sulit lebih sulit dari pelajaran di sekolah. Padahal pada kenyataan nya, yang paling sulit dalam pekerjaan adalah menghadapi orang..

Ya.. selain orang-orang yang kita sukai (cocok) ada lebih banyak orang yang harus kita maklumi,

Kenapa harus dimaklumi ??

Harus dong, bebeda dengan jaman sekolah, kalo kita tidak cocok dengan teman, kita bisa tukeran bangku dengan teman yang lain, pindah ke bangku yang lebih cocok orang-orang nya. Sedangkan di dalam bekerja kita tidak bisa pindah begitu saja… :p

Apa lagi kita yang butuh uang.. ga akan mudah untuk meninggalkan pekerjaan itu.

Jadi… kesimpulannya… mulai dari sejak sekolah biasakan untuk menghadapi orang lain, belajar memperbaiki diri sendiri dan memaklumi orang lain.

Karena pekerjaan itu yang tadi nya tidak bisa akan menjadi bisa ! jika kita lakukan tiap hari. Sedangkan menghadapi orang tidak akan selalu sama. Manusia di dunia ini berbagai macam sifat dan kebiasaannya.

———–

 

wow